Kamis, 31 Oktober 2019

Djoeragan Dapur, Unggulnya Kepiting Balikpapan Olahan Makassar di Kota Malang


Tampak depan. Dok pribadi


Negeri kita Indonesia dikarunia beragam suku bangsa yang menyebar pada penjuru nusantara. Dari keberagaman itu semua menjadi suatu anugerah karena satu sama lain mempunyai ciri khas tersendiri. Dan itu tidaklah sama, dari beragam orang daerah ada yang suka pedas, manis, serta asin. 

Walaupun berbeda pulau, bagi masyarakat Balikpapan (Kaltim) dan Makassar (Sulsel) hampir sama dalam urusan kebiasaan: menyukai masakan laut (sea food). Bagi kedua daerah itu menyukai rasa yang kuat yaitu asin, yang bagi warga lain -bisa jadi- tidaklah cocok.



Jika masakan dari luar negeri bisa diterima (Tiongkok, Korea, Eropa) bisa diterima dengan baik, apalagi daerah sendiri tentunya akan lebih mudah. Tantangan itu yang membuat Alvin Yulianda (Ovin) mengelola Djoeragan Dapur dengan sepenuh hati. Resto ini mengkhususkan diri sebagai makanan laut, yang coba dihadirkan di Kota Malang yang bukan merupakan budaya pesisir.   

Ia tak patah arang, ada idealisme tersendiri yang bertujuan mematahkan anggapan bahwa masakan laut itu tergolong mewah dan mahal. Dan ia ingin menghadirkan aneka masakan laut itu dengan harga terjangkau sehingga bisa dinikmati semua kalangan.

Alvin Yulianda (Ovin) sang pengelola yang sedang menjelaskan profil usahanya kepada para netizen. Dok pribadi
Ia sendiri asli Balikpapan, yang menetap di Malang karena takdir -mendapatkan belahan jiwa- untuk bisa menghadirkan masakan khas dari daerah nya. Tak tanggung-tanggung kepiting dihadirkan langsung dari Balikpapan dan sekitarnya.

Kesegaran dari bahan utama (kepiting) bahwa untuk sampai pada proses masak adalah pada konsisi hidup. Jika pada kondisi kepiting mati maka akan basi. Sudah bisa dipastikan kondisi kepiting dari Balikpapan ke Malang pada kondisi hidup.

Pada mulanya ada keraguan, apakah kepiting bisa sampai ke Malang tetap kondisi hidup. Hal ini berkenaan dengan begitu jauh jarak. Namun ketika jasa ekspedisi bisa menyakinkan, maka semakin mantap ia membuka restoran masakan laut tesebut.

Untuk kepitingnya sediri merupakan pilihan, yang merupakan kepiting jantan. Hal ini berkenaan dengan dagingnya yang lebih gurih dan padat. Sekitar 25 Kg kepiting yang dikirim dari Balikpapan per dua hari sekali untuk memenuhi kebututahn pelanggan di rentorannya itu.

Djoeragan Dapur merupakan usaha waralaba yang pusatnya berada di Makassar. Pada awalnya Ia pernah bekerja di Djoragan Dapur itu selama empat tahun. Merasa cocok dengan managemennya dan disertai modal yang ada, ia memberanikan diri membuka usaha tersebut di Kota Malang.

Menu unggulan kepiting. Dok pribadi

Lebih asyik dinikmati bersama

Menikmati hidangan di @djoeragandapur_malang lebih asyik dengan cara bersama, untuk dapat saling berbagi lauk yang bisa dibagi secara merata. Cara makan semacam ini bagi kebiasaan masyarakat kita bukan merupakan hal aneh, terutama pada daerah pedesaan. Kebiasaan itu kadang tergerus oleh budaya perkotaan yang lebih kearah individualisme.

Karena kita makhluk sosial maka makan cara bersama adalah salah satu perekat kebersamaan itu baik untuk keluarga, kerabat, dan komunitas. Nah, pada resto ini kesempatan itu diberikan. Menikmati hidangan sambil berkengkrama ria.

Kepiting Hambur merupakan menu favorit. Kata hambur sendiri bisa diartikan bahwa kepitingnya itu dihambur-hamburkan untuk dituang di atas meja, untuk dinikmati bersama. selain kepiting. Olahan juga disertai kerang, udang, cumi serta beberapa potongan jangung dan kentang.

Untuk saosnya sendiri kita bisa memesan untuk pakai rasa original, dalam hal ini disesuikan dengan lidah orang Balikpapan dan Makassar yang cenderung kuat diasinnya. Atau kita bisa memesan dengan disesuaikan rasa lokal (baca: lidah Jawa). Rasa asinnya akan dikurangi. Setelah beberapa kali ada masukan dari pengunjung, Ovin sudah bisa menerka rasa yang pas bagi lidah warga Malang khususnya.

Soal harga memang relatif. Bisa pilih sesuai selera. Dok pribadi

Sesuai namanya olahan kepiting tersebut dihambukan di atas meja yang diberi alas semacam plastik. Layaknya menikmati hidangan, kita juga diberi kekepal nasi pada setiap yang akan nimbrung. Barulah kita menikmati hidangan itu dengan sepuasnya memilih menu di depannya. Dan akan lebih puas bila, bisa mencicipi semuanya.

Jangan khawatir baju kita akan terkena ceceran kuah. Kita akan dicelemeki dengan bahan plastik yang tipis dan ringan. Makan secara bersama juga merupakan seni, di mana kita bisa saling berbagi satu sama peserta lainnya.

Selain masakan laut, di sini juga tersedia menu ayam, bebek, dan olahan ikan lainnya. Untuk ukuran harga boleh dikatakan terjangkau bila dibandingkan dengan restoran sea food lainnya. Dari segi tempat, boleh terbilang luas ada sekitar enam meja makan. Tempat parkirnya juga memadai untuk roda empat yang pada halamannya sudah diberi atap.

Menurut Ovin, sejauh ini restoran yang dibuka awal Oktober tahun ini telah mendapat sambutan dari masyarakat. Bagi warga Balikpapan, Makassar dan ruang lingkupnya, keberadaan Djoeragan Dapur ini seperti mendapatkan tempat mendekatkan diri dari asalnya. dan biasanya mereka akan memesan dengan cita rasa aslinya yaitu kuat pada rasa asinnya. 

Makan bersama ternyata lebih nikmat. Dok Zie
Informasi Restoran:

Djoeragan Dapur Malang

Jalan Raya Sulfat 95B, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Malang
IG: @djoeragandapur_malang
Lokasi Google Maps
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar