Sabtu, 15 April 2017

Yala Eatery, Resto Ramah Mahasiswa: Murah-Meriah-Nyaman



TAMPAK DEPAN. Didesain dengan corak timur tengah di lantai 1. Terdapat pula ruang meeting didalamnya dengan kapasitas 16 kursi. Dok pribadi

Satu lagi tempat makan hadir di kota Malang yaitu Yala Eatery yang berlokasi di Jl. M.T. Haryono 127 ini. Awal beroperasinya mulai bulan Februari tahun ini, sedangkan grand opening-nya di pada 8 April lalu. Resto ini mengambil tema yang berbeda dan mahasiswa banget:Tempat Mamam Lucu dan Murah di Malang” (seperti yang dipaparkan di akun Instagramnya).

Pada Senin (10/4) lalu, saya bersama rekan Malang Citizen diberi kehormatan untuk mengunjungi resto ini sekaligus untuk mencoba menu-menu andalannnya. Di Yala Eatery ini tersedia menu standar yang umum bagi masyarakat -dan juga mahasiswa- di kota malang yaitu lalapan (ayam, mujair, dan lele). Soal harga hampir sama dengan yang dijual di kaki lima, hanya selsisih 1.000-3.000 rupiah saja. Sesuai dengan tagline-nya bahwa harganya murah, dengan harga segitu dipadu dengan tempat yang nyaman tentu dapat dikatagorikan murah. Menu umum lainnya seperti nasi goreng pun ada, dengan nilai tambahan kemasan yang “wah” namun dengan harga yang bersahabat tentunya

MENU STANDAR. Dari segi harga tak jauh beda dengan kaki lima. Tapi untuk kenyamanan, fasilitas, dan pelayanan jelas berbeda. Dok pribadi

Tidak itu saja resto ini menyediakan pula menu andalan yang lain dengan harga di atas rata-rata. Suatu menu yang hampir sama seperti yang disediakan resto kelas atas lainnya. Untuk  dari segi harga  jangan khawatir, masih ramah di kantong mahasiswa. Harganya masih di bawah –dengan menu sejenis- dibandingkan dengan resto lainnya di kota Malang yang sudah eksis sebelumnya. Bahkan pada hari-hari tertentu resto ini memberikan diskon khusus bagi pengunjung yang berstatus mahasiswa dengan menunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). 

BINGSOO. Segar dan menyegarkan, paduan beberapa buah ditambah es krim. Harga 19.000 rupiah. Dok pribadi

ICE BOX. Paduan roti, es krim, buah dengan penataan estetik. Harga 19.000 rupiah. Dok pribadi


ANEKA HIDANGAN. Makanan dan minuman yang mengundang selera tanpa harus merogoh kantong lebih dalam. Dok pribadi

Setiap resto tentu punya makanan unggulan, demikian pula di Yala Eatery ini. Letak menu unggulan atau favorit dapat dilihat dengan nama makanan atau minuman yang menyebutkan kata Yala. Menu unggulan lainnya adalah yang mengusung tema timur tengah. Beberapa menu seperti daging kambing oven Maroko merupakan makanan yang sesekali perlu dinikmati untuk memanjakan lidah kita. Bagi penikmat kopi, ada pula yang “wajib” di coba yaitu kopi Arab dan Turkey.   
  
RICE BOWL. Paduan sayap ayam dan nasi dengan kuah kental asam-manis-pedas, harga 10.000 rupaih. Dok pribadi


KAMBING OVEN MAROKO. Menu unggulan yang mengundang selera, harga 35.000 rupiah. Dok pribadi


Lokasi strategis  

Untuk lokasinya sendiri cukup stategis dan mudah dijangkau yang berada di Dinoyo yang merupakan kawasan beberapa kampus berada. Tempatnya tidak jauh dari kampus Universitas Brawijaya (UB), kurang lebih 200 meter arah menuju kota Batu sebelah kiri jalan. Resto terdiri dari dua lantai yang tersedia dua anak tangga. Lantai 1 didesain lebih ke formal untuk menikmati hidangan dengan beberapa deretan kursi dan meja kayu. Sedangkan lantai 2 lebih cenderung menikmati hidangan dengan suasana santai. Beberapa tempat duduknya dari jenis sofa dengan ruang yang lega.

SEMI TERBUKA. Sengaja didesain di lantai 2 untuk pengunjung yang menyukai area terbuka. Dok pribadi

Untuk fasilitas Yala Eatery ini termasuk loyal memanjakan pengunjungnya. Tolilet ada di masing masing lantai, dan dilantai 2 tersedia wastafel untuk sekedar cuci tangan saja. Di lantai 1 terdapat pula ruang untuk meeting yang berkapasitas 16 kursi. Bagi kalangan mahasiswa dapat dipakai sebagai ruang untuk rapat organisasi, ataupun belajar bareng dan mengerjakan tugas. Untuk internet pun tidak perlu khawatir, tersedia hotspot gratis bagi pengunjung.         

Untuk jam operasionalnya buka mulai 09.00-23.00 setiap harinya. Resto dua lantai ini menampung kapasitas kurang lebih 100 pengunjung, dan pada jam makan dan di malam hari biasanya suasananya ramai sehingga pengunjung terkadang tidak mendapatkan kursi. Tetapi pengelolanya memberi “kelonggaran” bila pengunjung ingin tetap menikmati berbagai menu walaupun ramai dapat duduk lesehan di lantai 2.

LANTAI 2. Ditata dengan lebih lega dan suasana santai. Dok pribadi

Walaupun resto ini identik dengan kalangan mahasiswa bukan berarti di luar kalangan itu tidak bisa menikmati hidangan di Yala Eatery ini. Semua kalangan bisa masuk dan tidak perlu segan, terutama bagi kalangan pekerja dan keluarga. Tempat ini menawarkan suasana yang santai dengan menu yang berkualitas yang mengedepankan rasa dan estetika. Masalah rasa enak dan tidaknya merupakan masalah selera individual yang mempunyai penilaian tersendiri. 

Di zaman milenial ini makanan yang tersaji tidak mesti soal rasa tetapi juga kenyamanan menikmatinya (baca: suasana tempat). Ditambah lagi dengan harga yang bersahabat di kantong itulah yang banyak dicari. Status sebagai mahasiswa pun sesekali perlu menikmati hidangan “orang gedongan” tanpa harus terjebak pada situasi hedonis. Dan di Yala Eatery ini mampu menjembataninya dengan menyesuaikan kelas mahasiswa, yang jumlahnya cukup banyak bermukim di kota Malang.   


6 komentar:

  1. menunya menggiurkan banget ya, mahasiswa mmg sering butuh jajan yg murah meriah dan enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul...apalagi dengan tempatnya yang nyaman di lengkapi wifi lagi :)

      Hapus
  2. wiiiihhhhh....., ngiler liat menu2 nya...
    kalo pas puasa gini rame nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rame mas...pas waktunya buka :)

      Hapus
  3. mas ajak aku kesini massssss laperrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo wes kapan...kayaknya masih ada promonya :)

      Hapus